Literasi Digital Sehat untuk Pelajar, KPID Kalbar Siapkan Program Edukasi di Singkawang
Borneo Nusantara News - Singkawang, Upaya meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar terus diperkuat. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat berencana menggelar program Siaran Sehat dan Kelas Bakti Penyiaran di Kota Singkawang sebagai bagian dari edukasi literasi digital sehat bagi generasi muda.
Rencana program literasi digital tersebut disampaikan dalam audiensi KPID Kalbar bersama Pemerintah Kota Singkawang yang diterima langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, di ruang rapat Wali Kota pada Jumat (29/5/2026).
Ketua KPID Kalbar, Ramdan, mengatakan kegiatan literasi digital itu akan menyasar siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa melalui sosialisasi media digital dan penyiaran sehat yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026 mendatang.
Menurut Ramdan, program literasi digital tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media digital serta memahami pentingnya konsumsi dan produksi siaran yang sehat.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media digital dan memahami pentingnya siaran sehat,” kata Ramdan.
Ia menjelaskan, program literasi digital ini diharapkan mampu membangun semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar maupun mahasiswa melalui dunia penyiaran yang informatif, sehat, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan literasi digital tersebut juga diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan mengenai dunia penyiaran, pengelolaan konten yang sehat, serta pemanfaatan media digital secara bertanggung jawab.
“Diharapkan anak-anak dapat memperoleh pengetahuan tentang dunia penyiaran, pengelolaan konten siaran yang sehat, serta pemanfaatan media digital secara bijak,” ujarnya.
Untuk mendukung keberhasilan program literasi digital ini, KPID Kalbar berharap mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Singkawang, terutama dalam penyediaan fasilitas kegiatan dan koordinasi dengan sekolah-sekolah.
“Kami memohon dukungan pemerintah daerah untuk memfasilitasi tempat kegiatan, menghadirkan peserta didik, serta membantu koordinasi bersama Disdikbud dan Diskominfo,” tambah Ramdan.
Tak hanya menggelar kegiatan utama, KPID Kalbar juga berencana memperluas jangkauan literasi digital melalui safari literasi ke sejumlah sekolah di Kota Singkawang. Langkah ini dinilai penting agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
“Mungkin selain kegiatan ini kita juga bisa berkolaborasi untuk safari literasi ke sekolah-sekolah agar dapat menjangkau lebih banyak peserta didik,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyambut positif program literasi digital yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak dan remaja di era teknologi saat ini.
Menurutnya, edukasi literasi digital menjadi semakin penting mengingat tingginya penggunaan media digital di kalangan generasi muda yang tidak jarang menimbulkan dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai.
“Ini adalah kegiatan mulia karena anak-anak saat ini sangat membutuhkan pengawasan dan pemahaman mengenai penggunaan media digital yang sehat. Sudah banyak dampak buruk yang terjadi akibat penggunaan media digital secara berlebihan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap program literasi digital tersebut juga dapat menjangkau siswa sekolah dasar dengan pendekatan yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan usia peserta.
“Anak-anak SD juga perlu diberikan pemahaman sejak dini, tentu dengan metode yang menarik dan tidak membosankan,” katanya.
Untuk meningkatkan daya tarik kegiatan literasi digital, Wali Kota juga mengusulkan agar sosialisasi dikombinasikan dengan berbagai aktivitas interaktif seperti senam bersama, permainan edukatif, kuis, hingga kolaborasi lintas sektor yang bermanfaat bagi peserta didik.
Melalui program literasi digital dan siaran sehat ini, Pemerintah Kota Singkawang dan KPID Kalbar berharap generasi muda memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memanfaatkan media digital secara positif, cerdas, dan bertanggung jawab. Program ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem literasi digital yang sehat di tengah masyarakat sekaligus mendukung tumbuhnya generasi yang kritis dan berdaya saing di era digital. (As)

