Mencari Sumber Air di Wilayah Rawan Kebakaran, Polsek Sungai Pinyuh Buat Sumur Bor untuk Warga
Borneo Nusantara News - Mempawah, Upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polsek Sungai Pinyuh dengan memperkuat sarana pendukung di wilayah rawan kebakaran.
Salah satunya melalui pembuatan sumur bor di RT 006/RW 003, Dusun Ulu Sungai, Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Jumat (4/9/2026).
Pembuatan sumur bor yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut menjadi langkah antisipasi untuk memudahkan penanganan apabila terjadi Karhutla di sekitar wilayah tersebut. Lokasi dipilih karena termasuk kawasan yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya serta berada tidak jauh dari pemukiman warga, perumahan dan pondok pesantren.
Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana, S.H., M.H., mengatakan keberadaan sumur bor tersebut diharapkan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat maupun petugas di lapangan.
“Sumur bor ini kami buat sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Selain untuk penanganan kebakaran, keberadaannya juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan air,” ujar AKP Agus Suryana.
Proses pengeboran berlangsung sekitar 90 menit hingga mencapai kedalaman kurang lebih 18 meter. Dari hasil pengeboran, air dapat mengalir secara terus-menerus tanpa harus menggunakan mesin penyedot.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena sumber air dapat lebih mudah dimanfaatkan masyarakat maupun digunakan sebagai salah satu sumber air dalam upaya penanggulangan Karhutla apabila terjadi kebakaran di sekitar lokasi.
Pembangunan sumur bor juga mempertimbangkan aspek manfaat bagi masyarakat. Selain berada di kawasan yang rawan Karhutla, lokasi tersebut berdekatan dengan pemukiman sehingga keberadaan sumber air diharapkan dapat memberikan manfaat dalam kondisi tertentu.
Kegiatan pembuatan sumur bor tersebut melibatkan Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Bakau Besar Darat Bripka Jonas LM Siagian, Kepala Desa Sungai Bakau Besar Darat Ahmad, S.Pd.I., Masyarakat Peduli Api (MPA) serta warga setempat.
Keterlibatan masyarakat dalam proses tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla.
Menurut AKP Agus, pencegahan Karhutla membutuhkan kesiapan sejak sebelum kebakaran terjadi. Ketersediaan sumber air di lokasi rawan menjadi salah satu faktor pendukung agar penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat ketika ditemukan titik api.
“Jangan menunggu api muncul baru kita bergerak. Sarana seperti sumber air perlu disiapkan sejak awal, terutama di wilayah yang memiliki potensi Karhutla. Dengan begitu, ketika terjadi kebakaran, penanganan bisa lebih cepat dilakukan,” katanya.
Polsek Sungai Pinyuh juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Keberadaan sarana pendukung seperti sumur bor harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya titik api.
“Pencegahan tetap menjadi yang utama. Kami mengajak masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika melihat adanya asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.
Pembuatan sumur bor tersebut selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif.
Dengan tersedianya sumber air di wilayah rawan Karhutla, Polsek Sungai Pinyuh berharap kesiapsiagaan masyarakat dan petugas semakin kuat. Sarana tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan dan penanganan Karhutla sekaligus bentuk kehadiran Polri dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

